Laman

07 April, 2015

Untukmu Pemuda Indonesia

(Foto; Qori Pratama Penulis Untukmu Pemuda Indonesia)
 
Belajar itu tidak mudah, karena butuh perjuangan yang begitu mendalam. Diri kia seharusnya bisa mengejawantahkan dalam sebuah proses standarisasi hidup. Hidup yang baik, adalah hidup yang bisa melalui proses-proses setiap peristiwa, serta bisa mengambil dari pembelajarannya.
    
Kondisi saat ini, jangan kita samakan dengan dahulu, mengapa demikian ? ya jelas saat ini kita bisa memahami betapa bedanya dengan kondisi zaman sekarang. Dahulu itu disebut sejarah, bisa jadi legenda yang tercatat dalam debu-debu halus serta kasar. Seharusnya kita bisa mengukur diri bahwa, kita harus berubah bukan, malah berdiam diri.
    
Sejarah sudah mencata bahwa pemuda dulu itu sangat cerdas. Walaupun, kondisi serba terbatas. Mereka juga tak mau hidup dalam kegagalan, mereka sering meneriakkan motivasi yaitu dengan slogan “Merdeka”. Mereka mengambil peran sebagai pemuda bukan, dengan instan menerimanya. Mereka melakukan konsolidasi yang matang, berbicara yang subtansi saja bukan, berbicara omong kosong itu pemuda dahulu.
    
Dewasa ini, diri kita harus terus memproses diri dengan kata “Move On” itu kunci sukses pemuda. Kalau pun anda merasa belum “Move On” bearti anda lahir sebagai pemuda yang mati. Saya Qori Pratama, bukanlah siapa-siapa ? karena saya lahir di sebuah desa persingahan para pencari nafkah. Desa terpencil yang pemudanya belum bisa bersatu membangun desa tercinta. Banyaknya kelompok apalagi, kepentingan.
    
Dengan tulisan singkat ini, saya katakan mimpi itu perlu ditulis. Namun, tak perlu dirangkai dengan kalimat-kalimat yang manis. Tetapi, cukup dengan pembuktian saja. Kalau melihat kondisi pemuda Indonesia dengan latar belakang diatas, otomatis saya katakan sangatlah sulit untuk bersatu. Apabila hanya bisany duduk-duduk di pinggir jalan, karokean, balap liar, pergulan bebas dan lain lain. Itulah penyakit yang selalu menghantui pemuda.
    
Kalau pun pemuda Indonesia bersatu, itu karena ada persepsi yang sama serta sebuah pernyataan pemikiran yang sama. Namun, sudah menjadi sunnatullah, bahwa kita umat Islam pun akan terbagi menjadi beberapa golongan begitu, dengan pemuda Indonesia saat ini.
    
Indonesia butuh pemuda yang energi bukan pandai memanipulasi, Indonesia butuh pemuda yang berkontribusi bukan pandai beretorika, Indonesia butuh pemuda yang Intelektual bukan berpolitik paragmatis. Satu hal untuk Indonesia “PEMUDA INDONESIA ADALAH NKRI HARGA MATI”.

“Pala Petaka Negeri Agraria”

Lebih 100 hari presiden Jokowi serta pasangannya Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah memimpin Negeri Indonesia, untuk gebrakan dalam sektor agraria masih belum terasa oleh masyarakat kecil di pelosok desa. Mengingat, yang digaungkan pemerintahan revolusi mental mencakupi permasalahan agraria sudah ada kementerian tersendiri di dalam Kabinet pemerintahan Rezim Jokowi dan JK. Beberapa waktu lalu kita ketehui tuntutan dari kalangan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) menuntut ke presiden untuk segera membentuk Lembaga Sengketa Lahan. Kondisi, masalah agraria yang begitu banyak sekali data statistik mencatat selama 10 tahun kepemimpinan SBY juga terdapat 987 kasus agraria.  

Sementara menurut data yang dikumpulkan AGRA (Aliansi  Gerakan Agraria) dari berbagai sumber, akibat konflik agraria selama 10 tahun (2004—2014), lebih dari 1.000 orang petani dipenjara, 556 kaum tani mengalami luka-luka, 65 orang kaum tani meninggal, akibat konflik agraria juga telah terjadi 1.391 konflik agraria di seluruh wilayah Indonesia dengan areal konflik seluas 5.711.396 hektare. Di mana terdapat lebih dari 926.700 kepala keluarga harus menghadapi ketidakadilan agraria dan politik berkepanjangan..
 
Hasil SP 2013 serta data dan fakta yang disampaikan KPA dan AGRA sesungguhnya hendak memberikan gambaran politik hukum agraria kita. Selama 10 tahun di bawah kepemimpinan SBY, tampaknya justru semakin mengokohkan ketimpangan penguasaan, pemilikan, dan pengusahaan sumber-sumber agraria, yang pada gilirannya melahirkan atau menimbulkan konflik tak berkesudahan dan juga meluasnya kerusakan lingkungan hidup. Hasil sensus pertanian (SP) 2013 menyebutkan jumlah rumah tangga usaha pertanian saat ini sebanyak 26,13 juta rumah tangga atau menurun sebanyak 5,04 juta rumah tangga bila dibandingkan dengan hasil SP pada 2003. Di sisi lain, jumlah perusahaan pertanian bertambah dari 4.011 perusahaan per 2003 menjadi 5.486 perusahaan pada 2013. Menurunnya rumah tangga pertanian ternyata berbanding lurus dengan peningkatan perusahaaan pertanian.
 
Dari beberapa data di atas Negara kita yang berpulau-pulau ini memang sangatlah sulit untuk mengurusi permasalahan agraria, terkadang masalah yang ditimpulkan sendiri pun dari pihak pemerintahan, kita ketahui bersama pemerintah kerap kali Mengizinkan perusahaan asing dengan guna istilah bisa HGU guna bisa garap lahan di Indonesia yang notabenanya terkadang tanah tersebut masih dimiliki warga inilah penyebab konflik itu terjadi. Seharusnya peran dari BPN ada dalam control masalah Agraria ini bukan malah membiarkan menjadi konflik. Contoh yang terjadi di PT. Cinta Manis, sampai saat ini masih saja belum bisa terselesaikan masalahnya, terus masalah PTPN IIV Suban MUBA hal ini pun masih sama belum bisa terselesaikan dengan baik.
 
Dewasa ini kita dihadapkan pada persoalan tumpang tindih hukum dan peraturan. Saat ini sedikitnya terdapat 12 undang-undang yang tumpang tindih; 48 peraturan presiden; 22 keputusan presiden, 4 instruksi presiden, dan 496 peraturan/keputusan/surat edaran dan instruksi menteri negara/kepala BPN yang mengatur soal agraria. Tumpang tindih semacam ini sudah pasti akan melahirkan disharmoni hukum berupa peraturan hukum yang levelnya sama tapi sering mengatur secara berbeda atau bahkan bertolak belakang. Persoalan lainnya adalah terdapat berbagai macam kementerian/lembaga yang mempunyai wewenang dalam mengatur pengelolaan SDA. Minimnya koordinasi pada akhirnya sering melahirkan kebijakan yang tumpang tindih terhadap suatu lokasi. Hal ini semakin diperburuk dengan perilaku aparat birokrasi kita yang berwatak pemburu rente melalui berbagai izin yang ia keluarkan. Sering kita saksikan di media, banyak pejabat yang ditangkap KPK atau aparat penegak hukum lainnya karena menerima suap terkait penerbitan izin tertentu. Pada situasi semacam ini, tak salah bila Ahmad Sodiki (2013: 32) mengatakan berbagai peraturan agraria pada akhirnya menjadi alat menghalalkan “pencurian” harta milik rakyat (het recht als instrument van diefstalllen).
 
Rakyat Indonesia sangat menunggu reformasi agraria dari Rezim Pemerintahan Jokowi-JK, reformasi yang mendasar untuk kesejahteraan rakyat kecil serta memanfaatkan seluas-luasnya kementerian agraria untuk menyelesaikan masalah konflik antara para pemilik modal asing dan petani pribumi itu sendiri. Kalau pun dalam hal hukum segera evaluasi undang-undang yang timpang tindih mengenai agraria.  Mari kita tegakkan UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 harus di Implementasikan dalam kehidupan Negara.

29 September, 2014

Resolusi Perjuangan KAMMI,



       KAMMI dan Pemuda Islam
Kita bicara KAMMI sudah 16 tahun berdiri di nusantara NKRI, banyak hal yang sudah dilakukan organisasi ini baik  gagasan mengenai kampus, masyarakat, bangsa dan Negara. Kawan-kawan harus ingat sejarah sudah menjadi catatan bagi KAMMI tepatnya tanggal 29 Maret 1998 dengan dibacakannya Deklarasi Malang yang berisikan keprihatinan yang mendalam terhadap politik, ekonomi, sosial bangsa Indonesia. Maka, di forum tersebut hadirlah seorang sosok Fahri Hamzah menjadi  Ketua Umum KAMMI pertama kali. Sekarang organisasi yang lahir dari rahim reformasi ini sudah mengambil peran di kampus-kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta dan PTAIN sebagai Agent of Change dan aktifis teladan bagi organisasi Eksternal. Dinamika kampus sekarang sangat berbeda ketika tahun dahulu Mahasiswa yang peduli terhadap kampus, pemerintahan maupun Negara sudah ditinggalkan pemikirannya jauh-jauh sebelum memasuki estafet pendidikannya di kampus, mereka hanya bepikir kuliah, tamat dan kerja serta organisasi lewat. Apalagi problem mahasiswa sekarang sulit dipercaya karena banyaknya pragmatis, pemain issu, hedonisme, rakus jabatan sedikit yang mengatasnamakan Ideologi mahasiswa idealismenya. Mahasiswa sekarang sudah terbagi beberapa identitas ada sebagai mahasiswa study orientik, hedonisme, dan agent of change.

             Padahal sudah jelas di dalam buku api sejarah 1 karangan Ahmad Mansur Suryanegara “Sumpah pemuda 28 oktober 1928 terjadi sebagai jawaban terhadap tantangan sejarah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sumpah pemuda merupakan kristalisasi jawaban terhadap penangkapan dan pembuangan ke boven digul yang dilakukan oleh pemerintah colonial belanda pada 1927 M. Penangkapan itu, kemudian diikuti dengan penangkapan aktifis perhimpunan Indonesia, yakni Muhammad hatta, Nazir datuk pamunjak, Abdul majid Djojoaningrat dan ali sastroamidjojo di Den Haag Belanda pada desember  1927” dari hal kegelisahan inilah pemuda-pemuda Indonesia yang tergabung dalam JIB (Jong Islamieten Bond), Jong Java, Jong Indonesia dan PPPI (Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia). Ternyata dalam sejarahnya kongres pemuda II Jong java sebagai organ pemuda dari Boedi Oetomo yang menolak pelaksanaan cita-cita persatuan bangsa Indonesia pada April 1928. Catatan sejarah juga telah ada tokoh-tokoh pemuda islam Indonesia yaitu Umar said tjokroaminoto usia 30 tahun sudah menjadi ketua Serikat Islam, Haji Agus Salim usia 28 tahun sudah aktif di organisasi serikat islam, Dr. Soekiman Wirjosandjojo usia 29 tahun aktif di perhimpunan Indonesia. Mereka dahulu membangun bangsa dengan perjuangan dan semangat bersama-sama.
            
     Melihat kondisi saat ini pemuda Indonesia sungguh prihatin, apalagi founding father kita mengharapkan kepada kita sebagai penerus estafet perjalanan bangsa Indonesia. Apa yang diharapkan lagi kepada pemuda Indonesia, dunia Intelektual yang berbasiskan moral sudah tidak ada pengaplikasian oleh pemuda tersebut, identitas pemudanya sudah hilang, hanya berebut kekuasaan dengan nasi bungkus, uang jutaan rupiah, wanita penghibur mereka jual harga dirinya sebagai pemuda. KAMMI sendiri lahir yang sebagai aktifis muslim memberikan pencerdasan secara rasional dan unsur-unsu nilai relegius selalu diterapkan dalam kehidupannya. Perubahanlah yang kami bawa ke permukaan pemuda-pemuda yang suram saat ini bukan mementingkan kekuasaan semata. Idealis yang menajam di dalam sanubari kami untuk mengembalikan identitas pemuda tersebut. Tak ada lagi kata kebenaran dari kami, namun yang kami bawa kata perbaikan dan mencari kebenaran bersama-sama pemuda yang sadar dan peduli terhadap bangsanya.
    
        Resolusi KAMMI
Resolusi dalam kamus besar bahasa Indonesia(KBBI) putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu yg akan diajukan kpd pemerintah. Jelas KAMMI sering memberikan resolusinya terhadap Pemerintah baik tingkat daerah, kota, propinsi dan negaranya. Turun ke jalan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan KAMMI, jangan ditanya lagi siapa yang menunggunginya atau siapa bermain di balik layarnya tidak ada orang satu pun yang dibalik semua aksi-aksi KAMMI. Resolusi yang disampaikan KAMMI kepada pemerintah sangatlah berbeda dengan elemen organisasi-organisasi yang lainnya, ketika turun ke jalan menyampaikan aspirasi makanya KAMMI mempunyai konsep dibalik semuanya, bukan hanya aksi yang sering dijalani KAMMI.
            
           Hampir 16 tahun KAMMI hadir untuk negerinya, program-program yang dibuatnya berupa program subtansi keintelektualan mahasiswa dan pemuda. Di kampus-kampus besar ternama KAMMI mengambil bagian dari kepemimpinan kampus pejabat teras kampus, aksi-aksi nyata untuk negeri baksos berupa baksos kebakaran, panti-panti, desa yang kurang tejama pun KAMMI hadir inilah yang sering disebut anak KAMMI desa binaan dan GKMM (Gerakan KAMMI mengajar dan menulis). Saat ini resolusi KAMMI harus dikembangkan menjadi sebuah sarana diskusi publik, bukan lagi menjelma sebagai organisasi di balik layar kita harus terdepan memiliki kapasitas, kualitas maupun kuantitas dalam berpikir menyampaikan pandangan dalam dialetika kampus maupun kenegaraan. Jangan sampai hal ini tidak bisa terukir kembali dalam sebuah sejarah.
   
          Resolusi yang akan menjelma dikubu KAMMI seharusnya bukan mengikuti sebuah langkah yang dikotomi oleh sebagian orang jelas KAMMI adalah lembaga public dalam bahasa arabnya Wajihah ‘am karena KAMMI adalah lembaga public semestinya dikelola dengan logika public selain sebuah lembaga public KAMMI juga harusnya memiliki ideology gerakan yang bukan menjelma dalam sebuah gerakan tertentu. Kenapa demikian ? realita saat ini KAMMI harusnya mempunyai gagasan yang sesuai dengan porsi bangsa Indonesia bukan Negara tertentu yang diaplikasi ke bangsa Indonesia. Indonesia kala ini berubah haluan kehidupan negaranya yang dulu Negara belum berkembang saat ini sudah berkembang dan modern. Oleh karena KAMMI harus belajar dari M. Natsir pengagas bangsa Indonesia pemikirannya dalam buku M. Natsir dalam sejarah politik Indonesia. “Indonesia hanya mempunyai dua alternatife pilihan sebagai dasar Negara: paham sekularisme (la diniyah) atau paham agama (diniy). Pancasila bukan bersumber kepada salah satu wahyu illahi, oleh karena itu pancasila adalah sekuler sebab dia merupakan produk manusia. Islam akan memelihara yang telah ada dan menumbuhkan yang belum ada dalam pancasila. Dari kaidah-kaidah islam yang banyak terkandung dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, tujuh butir diantaranya:
1.    Nilai tolong menolong.
2.    Nilai demokrasi atau musyawarah.
3.    Nilai cinta tanah air.
4.    Nilai cinta kemerdekaan.
5.    Nilai kesukaan membela yang lemah.
6.    Nilai tak mementingkan diri sendiri serta kesedian hidup dan member hidup.
7.    Nilai toleransi antara para pemeluk agama-agama.
 
            Hal ini yang dikemukakan bapak founding father kita ketika sidang pleno untuk memilih arah dasar Negara Indonesia. Resolusi yang disampaikannya ditolak menta-menta namun, dia mengagas sebuah gerakan yang dinamakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia). Kita belajar dari resolusi yang dikemukakannya adalah sangat baik untuk Negara kita ketika itu, semestinya KAMMI banya belajar dari founding father kita. Genarasi KAMMI semestinya banyak belajar lagi dari pendahulu bangsa Indonesia. Namun, Karena generasi kami lahir dari nuansa Tarbiyah yang kental, dan Tarbiyah mengambil referensi gerakan dari Ikhwanul Muslimin, kami terapkan Ikhwanul Muslimin  dalam latar keindonesiaan. Tetapi tentu saja IM bukan sesuatu yang final dan tunggal. Diadopsilah beberapa referensi lain yang berasal dari Indonesia. Menurut pemikiran kami pada waktu itu, biarlah Ikhwanul Muslimin menjadi salah satu inspirasi gerakan KAMMI, yang akan berdialektika, bertarung, serta beradaptasi dengan gagasan lain yang juga berkembang seiring dengan berkembangnya KAMMI. Ideologi KAMMI bukan sesuatu yang final, dan tak boleh final.
 
            Maka dari itu, jadikanlah KAMMI benar-benar sebagai lembaga publik, tanpa harus terpenjara oleh intervensi dari orang-orang yang mengatasnamakan struktur tertentu.
“Tidak penting mempersoalkan apakah KAMMI adalah agen atau struktur. Biarlah KAMMI menyampaikan Resolusinya dengan dinamika dan perjuangannya, rumuskanlah KAMMI mau ke mana agar cita-cita muwaqqif itu tersampaikan. Biarlah KAMMI diisi oleh orang-orang yang beragam, tetapi diikat melalui identitas dan jati diri yang ada di KAMMI dan terus berkembang bersamanya”

05 Juli, 2014

Dunia dakwah Dunia Ibroh

Ibroh sudah sering kita mendengar dalam sejarah rasulullah kita Muhammad SAW. Banyak macam ibroh dan dinamika dakwah dalam kehidupan rasulullah, dari hal yang paling besar maupun hal kecil sekali ada dalam sejarah siroh ummat islam. Ibrah berasal dari kata ‘abara ar-tu’ya yang berarti menafsirkan mimpi dan memberitahukan implikasinya bagi kehidupan si pemimpi, atau keadaan setelah kematiannya dan ‘abara al-wadi berarti melintasi lembah dari ujung satu ke ujung lain yang berlawanan. Artinya:-Raghib berkara asal makna kata al-ibr adalah melintasi keadaan satu ke keadaan yang lain dan kata ‘ubur dikhususkan untuk makna melintas di atas air. Dalam penafsiran surat Yusuf, Muhammad Rasyid Ridha mengatakan bahwa al-‘itibar wal’ibrah berarti keadaan yang mengantarkan dari satu pengetahuan yang terlihat menuju sesuatu yang tidak, atau jelasnya berarti merenung dan berfikir. Sedangkan makna etimologis Dakwah dapat dilihat dari kata dakwah dalam Al-Quran yang memiliki banyak arti, antra lain :
•    Menyampaikan dan menjelaskan (lihat QS Fushilat:24, Yusuf : 108 dll)
•    Berdo’a dan berharap (lihat QS Al-A’raf : 55)
•    Mengajak dan mengundang (lihat QS Yusuf : 33)
Para ulama dan pemikir muslim memberi makna dakwah secara terminologis dengan definisi yang variatif seperti :
1.    Ibnu Taimiyah : "Dakwah ke jalan Allah adalah dakwah untuk beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa nabi Muhammad SAW, yang mencakup keyakinan kepada rukun iman dan rukun Islam (Lihat Al Fatawa al-Kubro 15/158, cet 1, Mathobi’al-Riyadh)
2.    Al-Ustadz Al bahi-al-Khuli : "Dakwah Islam yaitu menghantarkan umat dari satu tempat/ kondisi ke tempat/ kondisi yang lain (Tadzkiroh ad-Du’at hal:35,th.1379H, Daarul Qalam).
3.    Rauf Syalabi : "Dakwah Islam adalah gerakan revitalisasi sistem Illahi yang diturunkan Allah kepada Nabi terakhir" (Ad-Dakwah al Islamiyah Fi 'Ahdiha al-Makky, Manahijuha wa Ghoyatuha, hal : 32)
4.    Abu Bakar Dzikri : "Dakwah ialah bangkitnya para ulama Islam untuk mengajarkan Islam kepada umat Islam, agar mereka faham tentang agamanya dan tentang kehidupan, sesuai kemampuan setiap ulama (ad-Dakwah ila al-Islam, hal:8 Maktabah Darul Arubah Mesir). Penulis memahami definisi-definisi tersebut diatas secara utuh dan lengkap dengan menyimpulkan, bahwa "Dakwah Islam ialah menyampaikan Islam kepada umat manusia seluruhnya dan mengajak mereka untuk komitmen dengan Islam pada setiap kondisi dan dimana serta kapan saja, dengan metodologi dan sarana tertentu, untuk tujuan tertentu".
Dalam konteks ini Ibroh dan Dakwah sangat berhubungan dikala kita di hadapi dalam segala macam aktivitas baik keadaan duka maupun senang. Namun, kita perlu bertanya saudaraku pada diri anda maupun diri saya sendiri bahwasannya kita sudahkah mengambil sibroh setiap perjalan aktivitas kita dalam menjalankan roda dakwah ? maka mulai saat ini kita sebaiknya senantiasa mengambil ibroh dalam aktivitas maupun agenda kita sehari-hari. Ayo kita mulai mengambil ibroh dari pengorbanan: Saudara-saudaraku mari kita tengok perjalanan dakwah Nabi Nuh As. Beliau menyampaikan risalah tauhid kepada kaumnya dengan upaya sungguh-sungguh dan pengorbanan yang tidak sedikit. kita harus tahu beliau menghabiskan waktunya 950 tahun untuk berdakwah menyeru kaumnya tanpa kenal lelah dan bosan. Allah telahmenyebutkanpengorbananNabiNuhAsdalamfirmanNya,

ولقد ارسلنا نوحا الى قومه فلبث فيهم الف سنة الاّ خمسين عاما فاخذهم الطّوفانوهم ظلمون
"Dan sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalahorang-orangyangzalim(Q.SAl-Ankabut:14)

Dakwah inipun disampaikan Nabi Nuh As dengan beragam cara, baik dengan terang-ternangan maupun dengan sembunyi-bunyi. kadang disampaikan waktu malam, terkadang di waktu siang, pagi maupun sore. Hal demikian baru mengorbankan waktu dan tenaganya saja. Bayangkan kalau kita yang berada di posisi beliau sudah sanggup kah saudaraku, atau malah kalian takut menghadapinya. Dakwah ini masih panjang untuk memagang kendali pucuk kemenangan. Apapun status kita pasti kita merasakan apa yang dirasakan dakwah oleh Nabi Nuh A.s.
Ibroh selanjutnya saudaraku pasti kalian tahu tentang cerita Nabi Ibrahim A.s coba bayangkan seorang anak yang setia untuk berkonfrontasi dengan ayahnya dirinya bersedia dikorbankan.AllahSWTtelahmenyebutkandalamFirmanNya:

واذ قال ابرهيم لأبيه ءازر اتتّخذ اصناما ءالهة انّي ارك وقومك فى ضلل مّبين
 "Dan (ingatlah) di waktu ibrahim berkata kepada bapaknya, aazar, Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu kaummu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S Al-An’am: 74).
Hal inilah yang belum kita dapatkan dalam perjalan dakwah ini. Mengapa demikian ? karena kita ketahuin ego manusia sangat tinggi apalagi nalar dan pemikirannya pun bermacam-macam. Saat ini kita terus menelaah dalam perjalanan dakwah ini harus mengeluarkan apa saja pegorbanan diri kita itu sendiri. Banyak kesalahan kita itu akan terbalaskan dengan lading pegorbanan diri kita saudaraku.
Saudaraku sekalian perang mu’tah adalah perang yang terbesar yang dialami oleh kaum muslim semasa Rasulullah SAW. Di samping itu peperangan ini juga merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan Negeri-negeri nasrani. Perang ini terjadi pada Jumadil ula 8 H bertepatan dengan bulan agustus atau September 629 H. Mu’tah adalah suatu kampung yang terletak di balqa’, di wilayah syam. Jarak antara mu’tah dan baitul maqdis selama dua perjalanan kaki. Dalam peperangan ini rasulullah SAW mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai komandan pasukan. Beliau berpesan “Jika Zaid terbunuh pengantinya Ja’far. Apabila ja’far terbunuh, pengantinya Abdullah bin Rawahah. “Bendera perang berwarna putih, dan beliau serahkan kepada Zaid bin Haritsah. Ketika pasukan Islam siap berangkat, orang-orang berdatangan dan memanggil para komandan yang telah ditunjuk Rasulullah SAW untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka. Ketika itu, salah seorang komandan pasukan, Abdullah bin Rawahah menanggis, sehingga orang-orang bertanya, wahai saudaraku kenapa engkau menanggis?” Abdullah menangis Demi Allah, aku menangis bukan karena rindu dunia dan rindu kepada kalian, namun aku pernah Rasulullah SAW membaca suatu ayat dari Kitabullah yang ditafsirkan dalam suroh Maryam: 71. Dalam hal ini ada rasa putus asa dari sosok Abdullah tersebut namun, ia terus menyemangi pasukan dengan sya’ir-sya’irnya. Perang mu’tah dari kaum muslim sekitar 3000 pasukan sedangkan 200 ribu dari pasukan romawi. Zaid kesayangan Rasulullah Saw memegang bendera ketika itu dia bertempur lalu tertusuk tombak oleh musuhnya, saat itu langsung bendera di ambil oleh ja’far bin abi thalib dia bertempur sama halnya gagah seperti zaid namun, gugur kembali tangan kanannya tertebas pedang musuh, lalu ia memegang bendera dengan tangan kirinya bendera terus berkibar hingga tangan kirinya tertebas lagi oleh musuh, belum jatuh beliau mengepit bendera dengan kedua tangan yang sudah terputus, bendera terus berkibar hingga waktunya dia terbunuh. Kita harus bisa mengambil ibroh dari peperangan mu’tah ini pertama, kaum muslimin tidak putus asa dengan pasukan hanya 3000 ribu orang dengan berbanding jauh dengan pasukan romawi 200 ribu orang. Kedua, peperangan yang terbesar dan syahid bagi sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Ketiga, bagaimana keistiqomahan dan kerelaan nyawanya para sahabat berkorban demi Bendera suci umat islam terus menjaga izzah agama Islam dari kaum romawi.
Saudaraku jelas bahwa kita tak henti-hentinya selalu dikaitkan dengan problem, tantangan, beda pendapat dll dalam dakwah ini. Namun, dari semua itu kita sebagai orang yang paham dengan risalah kenabian sejarah dakwah nabi maka seyogyanya intelektual kita harus nalar bisa mengambil ibroh dari semua perjalanan dakwah. Kami tak akan ada habisnya mengambil ibroh dalam perjalanan dakwah rasulullah SAW. Salamualaikum Bima Shobartum

Perbedaan Ummat Rahmatan Lil Alamin.

Perbedaan Ummat Rahmatan Lil Alamin.
Manusia adalah ummat yang Rahmatan Lil Alamin persaudaraan tiada habisnya begitu pun dengan rasa ukhuwahnya yang menjelma di dalam sanubari hati mereka dengan satu panji yaitu islam kaffah. kita sadari umat yang begitu besar dalam keagamaannya dan banyak perbedaan di dalamnya namun, mereka tetap satu prinsip satu tujuan menuju puncak kemenangan dengan risalah kenabiaannya. seharusnya mereka yang beraliran agama dengan perbedaannya dan pemahamannya bisa mengejahwantakan dalam kehidupan untuk saling berdampingan baik dalam tukar pikiran, maupun kegiatan keagaamaan. semuanya memiliki kaidah dan thoriqoh masing-masing yang diejahwantakan melalui kegiatan agamanya maupun dalam setiap pelaksaan pribadatannya, kita bisa berkaca dari saudara-saudara kita di papua, di ambon yang mereka hidup saling berdampingan dengan tenang dan damai. banyak umat muslim di dunia maupun di Indonesia melebur dalam satu pluralisme tapi, tidak bisa menterjemahkan dalam keagaamaan Islam yang kaffah. hal inilah bayak sekali perdebatan yang panjang tak ada hentinya. Mari sejenak kita telaah dan kita pahami ayat kalamullah:
Dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 107.  Allah SWT berfirman :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِين
” Dan kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) melainkan untuk menyebarkan kasih sayang terhadap semesta alam”

Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin yang mengandung nilai universal dan sempurna menjadi sebuah pedoman hidup untuk menggapai kebahagiaan dalam mengarungi kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat kelak, sehingga untuk menggapainya, paling tidak, hubungan atau interaksi vertical (hablun minallah) dan horizontal (hablun minannas) harus diperhatikan dan dipahami dengan sesungguhnya.
Manusia sebagai makhluk sosial, dalam kesehariannya tentu melakukan interaksi dengan sesamanya,sehingga hubungan antar manusia pun diatur sedemikian rupa dalam Islam, demi terciptanya keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupannya. Dalam konteks ini, Islam mengajarkan ummatnya untuk senantiasa berpegang teguh terhadap ajaran agama Allah, hidup rukun, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, persatuan dan kesatuan tanpa permusuhan.
sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 103 :
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ
إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً
“Dan berpegang teguhlah kalian semua  kepada tali agama Allah,  dan janganlah kalian bercerai berai,dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu dengan nikmat-Nya kalian menjadi bersaudara”.


Sejarah panjang peradaban manusia selalu diwarnai konflik dari level komunitas terkecil hingga komunitas terbesar yang disebabkan dan dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, motif dan kepentingan. Dalam hal ini, tentunya dibutuhkan upaya untuk merekonsiliasi dan memperbaiki hubungan antara pihak-pihak terkait demi terciptanya kembali hubungan dan kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian. Konsep Islah (rekonsiliasi) dalam konflik merupakan salah satu ajaran agama Islam. Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menerangkan tentang konsep Islah tersebut, baik dalam kontek konflik level komunitas kecil seperti konflik yang terjadi dalam hubungan suami istri (Surat An-Nisa’ ayat 128), maupun dalam level komunitas besar seperti konflik yang terjadi antara dua kelompok orang mukmin yang bertika (Surat Al-Hujarat ayat 9).
Tidak hanya Al-Qur’an saja yang berbicara tentang Islah, dalam hadits Nabi Muhammad SAW terdapat beberapa hadits yang menyeru dan menerangkan tentang Islah, diantaranya adalah hadits riwayat Abu Darda’, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

ألا أخبركم بأفضل من درجة الصيام والصلاة والصدقة,  قالوا بلى يا رسول الله
قال : إصلاح ذات البين وفساد ذات البين الحالقة
” Maukah kalian saya beritahu suatu hal yang lebih utama daripada derajat puasa, sholat dan sedekah?. Para sahabat menjawab : tentu ya Rasulallah. Lalu Nabi bersabda : hal tersebut adalah  mendamaikan perselisihan, karena karakter perselisihan itu membinasakan” (HR. Abu Daud).

Islah/rekonsiliasi adalah sebuah upaya mendamaikan atau membuat harmonisasi antara dua atau beberapa pihak yang berselisih. Islam telah menawarkan beberapa solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mengganggu hubungan dalam keluarga dan sosial kemasyarakatan agar terjalin nilai ukhuwah dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, ikatan kasih sayang dan keseimbangan alam tetap terjaga,   dan masyarakat yang penuh dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan. Indonesia yang memiliki karakter dan ciri tersendiri dalam sejarah tentang agama islam beraneka ragam sehingga kita harus tetap pada satu pintu yaitu tauhid Islam yang kaffah. adapun beda start berpuasa itu biasa karena kita miliki pandangan dan ijtihad masing-masing maupun dengan sholat tarawihnya juga ada beberapa yang berbeda. dalam hal perbedaan ini kita jadikan satu tujuan menuju berkahnya bulan ramadhan pada saatnya kita bisa menikmati kemenangan, kemenangan yang haqiqi datang dari Allah swt. Salamualaikum Bima Shobartum