Laman

21 November, 2013

Salman Al Farisi, Teladan Kesederhanaan dalam Dakwah

Suatu hari, ketika sedang berjalan di suatu jalan, dia berjumpa dengan seorang laki-laki dari negeri Syam yang membawa sepikul buah tin dan kurma. Rupanya beban itu amat berat, sehingga melelahkannya. Ketika orang Syam itu melihat laki-laki yang berpenampilan biasa dan tampak dari golongan orang tak punya, ia berpikir hendak menyuruh laki-laki itu membawa buah-buahan dengan imbalan yang pantas sesampainya di tempat tujuan. Orang Syam itu memanggil lelaki tersebut, dan Si lelaki mendekat.

Orang Syam itu berkata kepadanya, “Tolong bawakan barangku ini.” Maka Si lelaki mengangkat barang yang disuruh oleh orang Syam, dan mereka berdua berjalan bersama-sama.
Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan satu rombongan. Si Lelaki berpenampilan biasa itu mengucapkan salam kepada rombongan, mereka berhenti dan menjawab salam, “Kesejahteraan juga untuk walikota.” Orang Syam yang bersama Si lelaki bertanya dalam hatinya, “Juga kepada walikota? Siapa yang mereka maksud?” Keheranannya semakin bertambah ketika beberapa orang dari rombongan bergegas mendekat dan berkata, “Biarkan kami yang membawanya. Barulah orang Syam itu sadar, bahwa kuli panggulnya itu adalah seorang walikota Madain. Orang Syam itu pun menjadi gugup, kata-kata penyesalan dan permintaan maaf mengalir dari bibirnya. Dia mendekat hendak mengambil beban yang di bawa Si lelaki suruhannya, tetapi Sang walikota menolak dan berkata, “Tidak, biar kuantar sampai rumahmu.”

Sepenggal kisah ini adalah cuplikan dari sebagian sirah perjalanan kehidupan seorang sahabat Rasulullah saw yang sangat terkenal di dalam pencariannya terhadap kebenaran. Siapakah walikota yang berpenampilan biasa dan tampak dari golongan orang tak punya tersebut?
Dialah Salman Al-Farisi seorang sahabat Rasulullah yang rela meninggalkan negerinya dan mengalami perjuangan berat demi mencari kebenaran. Kisah sahabat yang mulia ini di dalam pencariannya terhadap suatu kebenaran sudah tidak asing lagi di telinga para aktivis dakwah, bahkan sering sekali kisahnya ini dijadikan taujih pembangkit semangat untuk para aktivis dakwah di dalam menempuh jalan panjang ini.

Sahabat yang mulia ini tak kalah zuhudnya dibandingkan sahabat Rasulullah lainnya di dalam menjalani kehidupannya. Karena beliau sadar betul, bagaimana kesederhanaan itu sangat berpengaruh di dalam dakwah ilallah, sehingga hatinya selalu teringat akan pesan Rasulullah kepadanya dan kepada semua sahabat, agar mereka tidak dikuasai oleh dunia dan tidak mengambil dunia kecuali, sekedar bekal seorang musafir. Ternyata inilah yang telah mengisi hati seorang Salman Al-Farisi, sehingga ia tidak mau mendekati kekayaan dan jabatan.

Sekalipun ia menerima jabatan sebagai walikota Madain pada saat itu, apakah kehidupannya dan karakternya berubah? Tidak, sama sekali tidak ada yang berubah di dalam kehidupannya dan karakternya. Ia sama seperti yang biasa para sahabat Rasulullah lihat sebagai Salman yang memiliki penampilan sederhana, sesederhana penampilannya sebelum diangkat sebagai walikota.
Bahkan ia sampai disangka kuli oleh seseorang yang berasal dari Syam, karena melihat Salman berpenampilan biasa dan tampak dari golongan orang tak punya, karenanya orang Syam itu tak segan-segannya menyuruh membawakan barang-barangnya kepada sahabat Rasulullah yang mulia ini, yang ternyata dia adalah seorang walikota. Sahabat yang mulia ini seketika identitasnya sebagai walikota diketahui oleh orang Syam yang menyuruhnya, ia menolak untuk barang yang sudah ia bawakannya di ambil kembali oleh orang Syam tersebut, namun apa yang dikatakan sahabat yang mulia ini kepada orang Syam tersebut, ketika ia mendekat hendak mengambil barang bawaannya yang dibawakan oleh walikota Madain itu? Ia berkata, “Tidak, biar kuantarkan barang bawaanmu sampai pada rumahmu.”

Betapa mulianya sahabat Rasulullah ini, kesederhanaannya mengalahkan ambisi akan kenikmatan dunia. Lihatlah gamisnya yang pendek, hanya sampai lutut. Padahal saat itu ia orang yang dihormati dan disegani. Gaji yang diterimanya juga tidak sedikit: antara 4.000-6.000 dinar setahun. Namun, semuanya ia bagikan. Tidak sedikit pun ia ambil untuk kepentingan dirinya. Lalu mengapa setelah memegang jabatan itu, ia tidak mau menerima tunjangan yang diberikan secara halal? Hisyam bin Hisan menyebutkan bahwa Hasan pernah mengatakan bahwa tunjangan Salman sebesar lima ribu dinar setahun. Namun demikian, ketika dia berpidato di hadapan 30 ribu orang, separuh baju luarnya (aba’ah) ia jadikan alas duduk, dan separuhnya lagi untuk menutupi badannya. Tunjangan hidup yang ia terima, ia bagi-bagikan sampai habis, sedangkan untuk nafkah keluarganya dia peroleh dari hasil usahanya sendiri.

Wahai para pengikut Muhammad SAW.!Wahai para aktivis dakwah!Wahai para pemimpin muslim!Wahai kalian yang mengagungkan kemanusiaan!Bukankah Rasulullah mengajarkan kesederhanaan di dalam perjuangan ini?Bukankah Sahabat Rasulullah yang mulia ini sudah kita membacanya di dalam sirahnya?Bukankah Salman Al-Farisi seorang walikota Madain sudah mencontohkan kesederhanaan di dalam perjuangan dakwah ini? Ketika mendengar kehidupan generasi sahabat yang amat bersahaja seperti Abu Bakar, Umar, Abu Dzar dan lainnya, sebagian kita menyangka bahwa itu disebabkan karakter hidup di Jazirah Arab saat itu, karakter hidup yang bersahaja. Istighfarlah jika ada berprasangka seperti ini. Akan tetapi, sepenggal kisah ini adalah kisah seorang sahabat Rasulullah yang ia adalah seorang putra Persia. Suatu negeri yang terkenal dengan kemewahan dan kesenangan hidup. Dan ia bukan dari golongan miskin. Ia dari golongan kaya. Mengapa dia sekarang menolak kekayaan dan kesenangan, bertahan dalam kehidupan bersahaja, merasa cukup dengan satu dirham untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya? Satu dirham itu pun ia peroleh dari hasil jeri payahnya sendiri.

Dengarkanlah perkataannya jikalau hati ini masih ragu, “Aku membeli daun kurma seharga satu dirham. Daun itu kubuat keranjang. Kemudian kujual dengan harga tiga dirham. Satu dirham kugunakan untuk modal usaha, satu dirham untuk nafkah keluargaku, dan satu dirham lagi untuk sedekah. Meskipun Khalifah Umar ra. melarangku berbuat demikian, aku tidak mau menghentikannya.”Selayaknya kita sebagai aktivis dakwah harus mencontoh dan meneladani kesederhanan para sahabat Rasulullah di dalam perjuangan ini, sebab fitnah itu muncul bisa jadi karena kita berlebih-lebihan di dalam memperjuangkan dakwah ini dan dalam menyikapi nikmat kehidupan dunia yang diberikan Allah untuk kita.

Rasulullah dan para sahabatnya mencontohkan kesederhaanan dalam menyikapi nikmat kehidupan di dunia agar menjauhkan diri serta menjaga dari fitnah-fitnah yang senantiasa ada di setiap kehidupan para pejuang dakwah di dalam meneggakan panji-panji Islam di seluruh belahan dunia, karena musuh yang kita hadapi sekarang adalah para syaithan yang berwujud manusia yang memiliki sistem, strategi dan teknologi yang kuat dan canggih.
Ingatlah ketika sahabat yang mulia ini, Salman menjawab pertanyaan Sa’ad bin Abi Waqqash saat ia menjenguk sahabatnya yang mulia ini terbaring di atas tempat tidur, sesaat sebelum ajal menjemputnya, sesaat sebelum jiwa mulianya bertemu dengan Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Penyayang. Saat itu, Sa’ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya. Tiba-tiba Salman menangis.
“Apa yang kamu tangiskan, wahai Abu Abdillah (panggilan Salman)? Padahal saat Rasulullah saw. wafat, beliau ridha kepadamu?”
Salman menjawab, “Aku menangis bukan karena takut mati atau mengharap kemewahan dunia. Rasulullah saw telah menyampaikan suatu pesan kepada kita, “Hendaklah bagian kalian dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang musafir.” Padahal harta milikku seperti ini banyaknya.”
Sa’ad menceritakan, “Aku perhatikan, tidak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan satu baskom. Lalu aku berkata kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, berilah kami nasihat yang akan selalu kami ingat.”

Dia berkata, “Wahai Sa’ad, ingatlah Allah ketika kamu ingin sesuatu, ketika kamu memberikan keputusan, dan ketika membagi.“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya tanaman-tanaman bumi karena air itu; di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya adzab Kami pada waktu malam dan siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana tanaman-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.” (QS. Yunus [10]: 24)


Wallahu a’lam bishshowwab.

STRUKTUR PENGURUS PUSAT KAMMI 2013-2015



Ketua Umum : Andriyana, S.T.
Wakil Ketua Umum : Tatang Yusuf Iskandar
Sekretaris Jendral : Hadi Prayitno
Bendahara Umum : Noval Abu Dzar


Ketua Bidang Pembinaan Kader : Kartika Nurakhman, S.P.
Ketua Bidang Pengembangan Wilayah : Acep Saiful Millah
Ketua Bidang Ekonomi : Syamsul Bahri, S.E.
Ketua Bidang Kebijakan Publik : Arif Susanto
Ketua Bidang Komunikasi Publik : Edi Kurniawan
Ketua Bidang Sosial Masyarakat : Romidi Karnawan
Ketua Bidang Hubungan Luar Negri : Sofyardi Rahmat
Ketua Bidang Perguruan Tinggi & Mhs : Ade Nuansa Wibisono
Ketua Bidang Perempuan : Irma Budhiarti


Direktur LSO Badan Wakaf KAMMI : Dharma Setiawan
Direktur LSO KAMMI Reaksi Cepat : Liyuda Saputra

Sekretaris Bidang Pembinaan Kader : Edi Mardiana
Sekretaris Bidang Pengenmbangan Wilayah : Wayan Sohib
Sekretaris Bidang Ekonomi : Irsan Galih Pranata
Sekretaris Bidang Kebijakan Publik : Farihan Albab, S.IP.
Sekretaris Bidang Komunikasi Publik : Jusman Dalle
Sekretaris Bidang Sosial Masyarakat : Siti Atikah
Sekretaris Bidang Perempuan : Hidayah Sunar Pradana astuti

20 November, 2013

Jalan Cinta Para Pejuang


Sergapan Rasa Memiliki
..milik nggendhong lali..rasa memiliki membawa kelalaian-peribahasa Jawa-
Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”♥♥♥

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..
Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..
Wallahu A'alam Bisoab...

30 Oktober, 2013

Bangkitnya Pemuda Indonesia

Hidup dan Mati negara kita ada di tangan Pemuda, momentum sumpah pemuda menjadikan bangsa yang terpuruk ekonomi menjadi maju oleh anak muda, bangsa yang krisis pemimpinan saatnya yang muda di majukan menjadi sosok pemimpin di Indonesia. catatan saat dan detik ini Negara kita sudah mencapai 85 Tahun memperingati sumpah pemuda, peran pemuda sudah digusur oleh para kaum tua.  kaum muda lemah, tak mau memberontak. sejalan dengan pentas politik pemuda pun kalah dengan kaum tua, seharusnya kaum tua segera menyerahkan kepada kaum muda. ingat tragedi Bung karno dan bung hatta di asingkan itu ulah pemuda,yang sering disebut peristiwa renggas dengklok.

Peristiwa Renggas Denklok Pemuda Yang Punya Nyali.
Sekitar pukul 12.00 kedua utusan meninggalkan halaman rumah Ir. Sukarno dengan diliputi perasaan kesal memikirkan sikap dan perkataan sukarno-Hatta. Sesampainya mereka di tempat rapat, mereka melaporkan semuanya. Menanggapi hal itu  kembali golongan muda mengadakan rapat dini hari tanggal 16 Agustus 1945 di asrama Baperpi, Jalan Cikini 71, Jakarta. Selain dihadiri oleh para pemuda yang mengikuti rapat sebelumnya, rapat ini juga dihadiri juga oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi dari Barisan Pelopor dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. Rapat ini membuat keputusan “menyingkirkan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang”. Untuk menghindari kecurigaan dari pihak Jepang, Shudanco Singgih mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rencana tersebut.Rencana ini berjalan lancar karena mendapatkan dukungan perlengkapan Tentara PETA dari CudancoLatief Hendraningrat yang pada saat itu sedang menggantikan Daidanco Kasman Singodimedjo yang sedang bertugas ke Bandung. Maka pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 waktu Jawa sekelompok pemuda membawa Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota menuju Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di pantai utara Kabupaten Karawang. Alasan yang mereka kemukakan ialah bahwa keadaan di kota sangat genting, sehingga keamanan Sukarno-Hatta di dalam kota sangat dikhawatirkan. Tempat yang dituju merupakan kedudukan sebuah cudan (kompi) tentara PETA Rengasdengklok dengan komandannya Cudanco Subeno.Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Kewibawaan yang besar dari kedua tokoh ini membuat para pemuda segan untuk melakukan penekanan lebih jauh. Namun dalam suatu pembicaraan berdua dengan Ir. Sukarno, Shudanco Singgih beranggapan Sukarno bersedia untuk menyatakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Oleh karena itulah Singgih pada tengah hari itu kembali ke Jakarta untuk menyampaikan rencana proklamasi kepada kawan-kawannya.
Sementara itu di Jakarta para anggota PPKI yang diundang rapat pada tanggal 16 agustus memenuhi undangannya dan berkumpul di gedung Pejambon 2. Akan tetapi rapat itu tidak dapat dihadiri oleh pengundangnya Sukarno-Hatta yang sedang berada di Rengasdengklok. Oleh karena itu mereka merasa heran. Satu-satu jalan untuk mengetahui mereka adalah melalui Wikana salah satu utusan yang bersitegang dengan Sukarno-Hatta malam harinya. Oleh karena itulah Mr. Ahmad Subardjo mendekati Wikana. Selanjutnya antara kedua tokoh golongan tua dan tokoh golongan muda itu tercapai kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Karena adanya kesepakatan itu, maka Jusuf Kunto dari golongan muda bersedia mengantarkan Mr. Ahmad Subardjo bersama sekretarisnya, Sudiro (Mbah) ke Rengasdengklok. Rombongan ini tiba pada pukul 18.00 waktu Jawa. Selanjutnya Ahmad Subardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawa bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00. Dengan adanya jaminan itu, maka komandan kompi PETA Rengasdengklok, Cudanco Subeno bersedia melepaskan Ir. Sukarno dan Drs. Moh Hatta kembali ke Jakarta.

Muda Terus Berkarya Untuk Negeri

Seharusnya pemuda bangsa yang banyak mencerminkan kematangan dalam berkedaulatan, pemudanya lebih berkontributif lagi dengan semagat pemudanya. ikut andil dalam pergerakan mahasiswa kalau dia mahasiswa, ikut andil dalam menuntaskan korupsi. pemuda itu bukan pengangguran, bukan dekil dan bukan pemuda yang korup. banyak sudah contoh pemuda hebat, bertitel namun, moralnya tidak bisa bersamaan dengan intelektualnya karena lemah hatinya. sosok pemuda sekarang tidak bisa kita temukan kembali M. Natsir, Bung Hatta, Bung Karno, Budi Utomo dls. pemerintah sebenarnya mempunyai peranan besar untuk kemajuan pemuda dan bangsa Negara ini. Tatanan pemuda seharusnya dalam pemerintahan di tengah-tengah sebagai penyambung lidah aspirasi masyarakat. Ketika pemuda itu tak berdaya dengan idealisnya maka, banyak pemuda yang bungkam hanya diam. Menimbulkan idealis yang tinggi kepada pemuda saat ini sangat sulit sekali mengapa? Karena sudah banyak yang merasuki pemikirannya baik melalui media, internet, hedonisme, life style, dls. Seyogyanya pemuda yang diharapkan bisa menjadi penerus estafet bangsa yang besar ini. Kita bangsa yang besar banyak sudah mencetuskan penggerak di masing-masing bidang, bidang ekonomi ada Anak muda, politik ada anak muda, kampus apalagi banyak anak muda. Kita sebagai kaum muda harus bangkit bangun negeri pertiwi ini, sudah saatnya kita keluar dari belenggu para orang tua. Terus berjuang pemuda.

12 Oktober, 2013

ALIANSI MAHASISWA UNTUK MUSLIM DUNIA

            Hari ini dunia Islam sudah banyak sekali gejolakan yang beredar di timur tengah, peyerangan terhadap Islam sudah marajarela, sudah saatnya kita sebagai agent of change, iron stok, dan control social. Dunia Islam banyak sekali mengalami gangguan dari pihak asing, zionis dan kapitalis. Timur tengah sudah banyak mengalami gejolak, Negara Palestina belum merdeka saat ini kurang lebih sudah 65 Tahun di jajah oleh Negara Zionis Amerika. Negara suriah bergejolak karena kekejaman rezim Bashar Assad terhadap warganya, Negara Mesir sudah bergejolak menurunkan rezim diktator Mubarrock, dan terpilihlah presedin yang hafiz, hafal Al-Qur’an M. Mursi akan tetapi, meliter Mesir menkeduteya besar-besar, sehingga menjadikan turun dari amanahnya. Masih banyak Negara Islam kaum minoritas Islam yang terzholimi dari pihak-pihak brutal dan zionisme.
            Indonesia Negara Islam terbesar di dunia, hampir 99 persen Negara Indonesia beragama Islam. Sudah berapa kali, kita terlibat dan peduli terhadap saudara-saudara kita di Timur-Tengah, apa yang telah dilakukan bangsa Indonesia menuntaskan kemerdekaan saudara-saudara kita bangsa Islam di timur tengah. Pertanyaan ini menjadi latar belakang kami sebagai Aliansi Mahasiswa Untuk Muslim Dunia bersama-sama melakukan Aksi solidaritas. Negara Timur tengah sedang bergejolak besar-besaran tetapi, Indonesia sendiri mengadakan even besar dengan melibatkan beberapa Negara-negara Islam dunia. Hampir 38 Negara Islam ikut andil dalam perhelatan akbar ISG (Indonesia Solidarity Games) dalam hal ini sebagai promotor penyelenggaraan ISG, yaitu KOI, KONI dan ISSF (Islamic Sport Solidarity Faderation).  Timbul pertanyaan besar bagi kita, kok Negara Mesir lagi Gejolak Ikut andil ISG, Negara Suriah juga ikut andil apalagi Negara Palestina ikut andil juga. Oleh karena itu, kita sebagai control social harus tahu permasalahan ini, pemerintah kita Indonesia hanya setengah hati melakukan tuntaskan kemerdekaan Bangsa yang lagi bergejolak, sungguh Ironis.
Dalam pembukaan kemarin dikutip dalam pidato Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan dengan adanya gelaran Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang, diharapkan ketika situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara terus bergejolak, semoga ribuan atlet tersebut bisa bersatu dalam persahabatan dan perdamaian. "Indonesia mengajak bangsa-bangsa sedunia, termasuk negara-negara Islam untuk lebih membikin dunia ini, aman, damai dan sejahtera, (dikutip sindo news minggu, 22 september 2013). Kalau melihat statemen yang disampaikan nomor satu di Indonesia itu hanya himbauan belaka, bangsa Islam ini hanya ingin Islam merdeka (Freedom) memiliki hak sebagai warga Negara Islam di Negaranya. Seharusnya presiden kita ikut andil dan melakukan pendekatan dengan bangsa timur-tengah melalui perhelatan ISG ini, dan membuat suatu konsepan memerdekakan Negara bangsa Islam.
Pemimpin Saudi Raja Abdullah meminta bangsa Arab untuk bersama melawan upaya mendestabilisasi Mesir. Raja Saudi tersebut pun mendukung kepemimpinan militer dan upaya militer yang membantai pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi."Kerajaan Saudi Arabia, rakyat dan pemerintahnya berdiri hari ini dengan saudara dari Mesir untuk melawan aksi terorisme,"katanya dalam pernyataan resmi di stasiun televisi pada Jumat (16/8) waktu setempat, seperti dikutip Aljazeera. Raja Saudi mengimbau agar rakyat Mesir dan negara-negara Muslim untuk berdiri satu hati dalam menghadapi gerakan untuk mendestabilisasi negara yang terbesar di Arab dan memiliki sejarah yang panjang. (Dikutip www.republika.co.id 17 agustus 2013)
Kapal perang Israel  menembak nelayan Palestina di antara perbatasan maritim Gaza dan Mesir . Sebagai jalan keluarnya , para nelayan Palestina tersebut melarikan diri ke perairan Mesir. Tapi bulan lalu , angkatan laut Mesir bahkan menyita perahu dari keluarga Bassalla Palestina , menangkap lima saudara kandung dan sepupunya , dan dijatuhi hukuman masing-masing satu tahun penjara dan denda 500 pound Mesir ( US $ 73 ) .”Para nelayan takut untuk pergi ke perairan Mesir sejak saat itu , ” kata Samir Bassalla , 24 , kepada Al Jazeera mengenai kerabatnya ditahan. Penahanan belum pernah terjadi sebelumnya dan pengadilan para nelayan adalah aturan terbaru pemerintah Mesir yang didukung militer terhadap rakyat  Jalur Gaza sejak tergulingnya presiden Mohamed Morsi pada bulan Juli. Militer Mesir dengan bantuan logistik dari AS dan Israel , juga telah mendeteksi dan menghancurkan beberapa terowongan penyelundupan di bawah perbatasan Gaza selatan dengan Mesir – hal itu sangat mengganggu transportasi bahan bakar , bahan bangunan , dan merampas stabilitas gerakan Hamas dari sumber utama pendapatan. (Dikutip www.eramuslim.com 26 september 2013)
Lembaga Keamanan Federal Rusia mencatat ada sekitar 400 tentara bayaran asal Rusia di Suriah. "Mereka direkrut untuk berperang di Suriah,"kata Deputi Pertama lembaga itu Sergei Smirnov di Yaroslavl, Rusia. Menurut warta Itar-TASS pada Jumat (20/9/2013), informasi soal tentara bayaran itu adalah hasil penyelidikan lembaga federal tersebut. Lantaran data itu juga, Smirnov yang baru saja melakukan pertemuan dengan pihak Kerja Sama Antiterois Shanghai mengancam para serdadu bayaran itu. "Begitu mereka kembali, akan ada sanksi menanti,"begitu Smirnov menegaskan. (Dikutip kompas.com 20 september 2013)
Lebih dari 110 ribu orang tewas dalam konflik di Suriah sejak Maret 2011, menurut sebuah organisasi pengawas hak asasi manusia. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada hari Ahad (1/9) mengatakan korban tewas sejak awal pemberontakan berjumlah 110.371 orang, dengan setidaknya 40.146 adalah warga sipil termasuk hampir empat ribu perempuan dan lebih dari 5.800 anak-anak. Kelompok itu, yang mengumpulkan data dari jaringan aktivis, dokter dan pengacara di lapangan di seluruh Suriah, mengatakan bahwa 21.850 pejuang oposisi juga tewas. Di sisi pasukan pemerintah, kelompok itu melaporkan kematian sedikitnya 27.654 tentara, 17.824 milisi prorezim dan 171 anggota kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah, yang telah mengirim pejuang untuk berperang bersama tentara Suriah. Kelompok ini mencatat 2.726 orang korban tewas lain yang tidak diketahui asal usulnya, dalam pertempuran yang terjadi di seluruh penjuru negara yang dilanda perang itu. Data tersebut terhitung sampai 31 Agustus. Angka-angka itu menegaskan skala kekerasan yang mengonyak negara tersebut, yang telah porak-poranda oleh perang saudara yang diawali dengan suatu demonstrasi damai untuk menyerukan perubahan rezim. (Dikutip Republika.co.id 2 september 2013)
Mengingat betapa gentingnya kejadian-kejadian di timur tengah meluas ke beberapa Negara Islam Indonesia maka Kami Aliansi Mahasiswa Untuk Muslim Dunia menuntut:
1.      Pemerintah Indonesia Segara Mendesak PBB untuk memerdekakan Negara Islam yang belum merdeka seperti Palestina.
2.      Mendesak penyelenggara ISG KOI, KONI dan ISSF ini untuk membentuk suatu konsepan perdamaian bagi seluruh umat Islam yang bergejolak Mesir, Libya, Suriah, Libanon, dan palestina.
3.      Kembalikan hak rakyat mesir secara Demokrasi yang haqiqi, dengan cara usut militer mesir sebagai kudeta Presiden Mesir.
4.      OKI segara usuk tuntas kepada PBB terkait perang saudara di suriah dan hukum mati Bashar Assad.
5.      Selamatkan Timur tengah Negara Islam dari pihak Zionis, Kapitalis dan Antek-antek asing yang merusak persaudaraan dalam Islam.

KORLAP: Qori Pratama (085838345558)
ALIANSI MAHASISWA UNTUK MUSLIM DUNIA: IAIN Raden Fatah Palembang, UMP, POLSRI, PGRI, STIKES SITI KHADIJAH.